Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Download Pedoman Program Organisasi Penggerak (POP) Tahun 2020 PDF (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Dibawah ini adalah download pdf pedoman program organisasi penggerak (pop) yang merupakan peraturan sekretaris jenderal kemendikbud (persekjen) nomor 4 tahun 2020.
pedoman program organisasi penggerak (pop) kementerian pendidikan dan kebudayaan kemendikbud tomatalikuang.com

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR 4 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

MEMUTUSKAN: 

Menetapkan :

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PEDOMAN PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN. 

Pasal 1 - Pedoman Organisasi Penggerak (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Dalam Peraturan Sekretaris Jenderal ini yang dimaksud dengan: 
  1. 1. Pendidik adalah pendidik pendidikan anak usia dini, guru, dan guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah. 
  2. 2. Tenaga Kependidikan adalah pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan anak usia dini nonformal, dan penilik pendidikan anak usia dini nonformal. 
  3. 3. Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. 
  4. 4. Program Organisasi Penggerak adalah program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan melibatkan Ormas sebagai mitra yang berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. 

Pasal 2 - Pedoman Organisasi Penggerak (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Pedoman Program Organisasi Penggerak untuk Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini disusun sebagai acuan bagi para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Program Organisasi Penggerak.

Pasal 3 - Pedoman Organisasi Penggerak (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Ruang lingkup pedoman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi: a. Program Organisasi Penggerak; b. Prosedur Pengajuan Proposal; dan c. Mekanisme Evaluasi Proposal.

Pasal 4 - Pedoman Organisasi Penggerak (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 tercantum dalam Lampiran yang emrupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini.

Pasal 5  - Pedoman Organisasi Penggerak (Persekjen Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020)

Peraturan Sekretaris Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 14 April 2020 
SEKRETARIS JENDERAL, 
TTD. 
AINUN NA'IM
NIP 196012041986011001

PEDOMAN PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP) UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1. Tujuan Program Organisasi Penggerak (POP)

Secara umum Program Organisasi Penggerak bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan melibatkan peran serta Ormas bidang pendidikan yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik. Secara khusus Program Organisasi Penggerak bertujuan untuk:
  1. a. mengidentifikasi program-program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan oleh Ormas dan telah terbukti memiliki dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik; 
  2. b. mengidentifikasi Ormas yang memiliki dan/atau mengembangkan model peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Indonesia; 
  3. c. mengintegrasikan berbagai model program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang sudah dilaksanakan oleh Ormas dan terbukti memberikan dampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik ke dalam proses pembelajaran; dan 
  4. d. memperluas dan mendiseminasikan model peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terbukti memiliki dampak terhadap peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik pada skala yang lebih besar.

2. Sasaran Program Organisasi Penggerak (POP)

Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak difokuskan pada peningkatan mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan. Pelaksanaan pada tahun 2020 sasaran difokuskan pada: 
  1. a. kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan pendidikan anak usia dini sejenis untuk usia peserta didik 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun, atau taman kanakkanak/taman kanak-kanak luar biasa; 
  2. b. Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa; dan 
  3. c. Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa. Pelaksanaan pada tahun 2021 sasaran ditambah untuk Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Sekolah Menengah Luar Biasa.

Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak

Program Organisasi Penggerak bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut. 

1. Jadwal Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP)

Waktu Program Organisasi Penggerak dimulai tahun ajaran 2020/2021. 

2. Muatan Program Organisasi Penggerak (POP)

Muatan utama Program Organisasi Penggerak adalah model program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Fokus pelaksanaan program pada penguatan literasi, numerasi, dan/atau karakter. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam pelaksanaan program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan tersebut ditentukan oleh masing-masing Ormas sesuai dengan desain dan/atau hasil praktik baik yang sudah dilakukan. 

3. Pelaksana Program Organisasi Penggerak (POP)

Pelaksana Program Organisasi Penggerak adalah Ormas yang memiliki program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah terbukti memiliki dan/atau mengembangkan model peningkatan kompetensi yang dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik. Ormas tersebut dapat melaksanakan program secara sendiri atau bermitra dengan organisasi lain dengan membentuk konsorsium. Organisasi lain dalam konsorsium dimaksud seperti perguruan tinggi, pusat kajian, perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility), atau bentuk lain yang sejenis, dengan membentuk konsorsium. Ormas sebagai pelaksanaan program ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Kategori Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP)

Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak yang dibiayai dengan bantuan pemerintah berdasarkan hasil seleksi proposal terdiri atas 3 (tiga) kategori sebagai berikut. 
  1. a. Kategori I: Pelaksanaan program yang dilakukan melalui program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran lebih dari 100 (seratus) satuan pendidikan. Program ini dilaksanakan oleh Ormas yang telah memiliki pengalaman dan mampu memberikan bukti ketercapaian program paling sedikit 3 (tiga) tahun terhadap hasil belajar peserta didik. 
  2. b. Kategori II: Pelaksanaan program yang dilakukan melalui program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran 21 (dua puluh satu) sampai dengan 100 (seratus) satuan pendidikan. Program ini dilaksanakan oleh Ormas yang memiliki pengalaman dan terbukti memiliki keberhasilan program peningkatan motivasi, pengetahuan bidang ilmu, kepemimpinan pembelajaran, praktik mengajar dan/atau program peningkatan kompetensi Pendidik dan/atau Tenaga Kependidikan lainnya paling sedikit 1 (satu) tahun. 
  3. c. Kategori III: Pelaksanaan program dilakukan melalui program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran 5 (lima) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan pendidikan. Program ini dilaksanakan oleh Ormas yang telah memiliki pengalaman dalam melaksanakan program peningkatan motivasi, pengetahuan bidang ilmu, kepemimpinan pembelajaran, praktik mengajar dan/atau program peningkatan kompetensi Pendidik dan/atau Tenaga Kependidikan lainnya. 

5. Tahapan Pelaksanaan Program Orgnisasi Penggerak (POP)

Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak mengikuti tahapan dan mekanisme kerja sebagai berikut: tahap seleksi proposal dan tahap penerapan program. Tahapan pelaksanaan program sebagaimana disajikan pada Gambar 1.1 berikut:
tahapan pelaksanaan program organisasi penggerak (pop) pendidikan 2020 tomatalikuang.com
Gambar 1.1 Tahapan Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak 

Tahapan Pelaksanaan Program Organisasi Penggerak sebagaimana Gambar 1.1 dapat dijelaskan sebagai berikut.

a. Tahap Seleksi Proposal

  1. 1) Identifikasi. Identifikasi Ormas sebagai calon Organisasi Penggerak dilakukan terhadap Ormas yang telah melakukan registrasi dan mengajukan proposal yang sesuai dengan kriteria ke laman resmi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. 2) Evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap proposal yang memenuhi kriteria oleh Tim Evaluasi Proposal, meliputi aspek administrasi, teknis substansi, dan pembiayaan. Proposal yang lolos dari ketiga aspek di atas selanjutnya ditindaklanjuti melalui verifikasi atau visitasi lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi dan visitasi lapangan selanjutnya Tim Evaluasi Proposal memberikan rekomendasi calon Ormas yang akan melaksanakan program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan kepada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kesepakatan dengan DInas Evaluasi Seleksi Identifikasi Pelaksanaan Program Pemantauan dan Evaluasi Tahap Seleksi Proposal Tahap Penerapan Program 
  3. 3) Penetapan. Ormas pelaksana program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Khusus bagi Ormas yang mendapat bantuan pemerintah ditindaklanjuti dengan penetapan penyaluran bantuan pemerintah melalui Surat Keputusan Penyaluran Bantuan Pemerintah oleh Kuasa Pengguna Anggaran. 

Download Pedoman Program Organisaisi Penggerak (POP) Tahun 2020 PDF

Anda bisa mengunduhnya melalui link berikut: Pedoman Program Organisasi Penggerak 2020.pdf 

Posting Komentar

0 Komentar