Download Petunjuk Teknis Program Organisasi Penggerak 2020 PDF (Persekjen Kemendikbud Nomor 3 Tahun 2020)

Dibawah ini adalah download pdf petunjuk teknis program organisasi penggerak (pop) tahun 2020 yang merupakan peraturan sekretaris jenderal (persekjen) kementerian pendidikan dan kebuayaan (kemendikbud) nomor 3 tahun 2020.

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)

Download Petunjuk Teknis Program Organisasi Penggerak 2020 PDF (Persekjen Kemendikbud Nomor 3 Tahun 2020) tomatalikuang.com

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : 

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN BANTUAN PEMERINTAH UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN.

Pasal 1 - Persekjen Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Program Organisaasi Penggerak

Dalam Peraturan Sekretaris Jenderal ini yang dimaksud dengan: 
  1. 1. Pendidik adalah pendidik pendidikan anak usia dini, guru, dan guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah. 
  2. 2. Tenaga Kependidikan adalah pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan pendidikan anak usia dini nonformal, dan penilik pendidikan anak usia dini nonformal. 
  3. 3. Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  4. 4. Bantuan Pemerintah yang selanjutnya disebut Bantuan adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/nonpemerintah. 
  5. 5. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian dari kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada kantor/satuan kerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
  6. 6. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN. 
  7. 7. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat SPM adalah dokumen yang digunakan/diterbitkan oleh PP-SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA.

Pasal 2 - Persekjen Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Program Organisaasi Penggerak

Petunjuk teknis penyaluran Bantuan untuk peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan merupakan pedoman atau acuan teknis dalam melakukan penyaluran Bantuan bagi pemberi Bantuan dan penerima Bantuan, serta pihak lain yang berkepentingan untuk peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 

Pasal 3 - Persekjen Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Program Organisaasi Penggerak

Petunjuk teknis penyaluran Bantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Sekretaris Jenderal ini.


Pasal 4 - Persekjen Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Program Organisaasi Penggerak

Peraturan Sekretaris Jenderal ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Maret 2020
SEKRETARIS JENDERAL,
TTD.
AINUN NA’IM
NIP 196012041986011001

PETUNJUK TEKNIS PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)

A. Tujuan Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

Pemberian Bantuan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dapat memberikan dampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. 

B. Pemberi Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

Bantuan diberikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui:
  1. 1. Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan; 
  2. 2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan/atau 
  3. 3. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Perikanan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

C. Kategori Bantuan dan Bentuk Satuan Pendidikan

  1. 1. Kategori Bantuan terdiri atas: 
    1. a. kategori I yaitu program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran lebih dari 100 (seratus) satuan pendidikan;
    2. b. kategori II yaitu program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran 21 (dua puluh satu) sampai dengan 100 (seratus) satuan pendidikan; dan 
    3. c. kategori III yaitu program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan sasaran 5 (lima) sampai dengan 20 (dua puluh) satuan pendidikan. 
  2. 2. Bentuk Satuan Pendidikan Bentuk satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 1 yaitu: 
    1. a. taman kanak-kanak/taman kanak-kanak luar biasa; 
    2. b. kelompok bermain, taman penitipan anak, atau satuan pendidikan anak usia dini sejenis untuk usia peserta didik 5 (lima) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun; 
    3. c. sekolah dasar/sekolah dasar luar biasa; atau d. sekolah menengah pertama/sekolah menengah pertama luar biasa. 

D. Persyaratan Penerima Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

1. Syarat Umum

  1. a. memiliki akta pendirian dan disahkan oleh notaris; 
  2. b. memiliki kedudukan/domisili; 
  3. c. memiliki surat keputusan pengesahan sebagai badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; 
  4. d. memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga; 
  5. e. didukung sumber daya untuk melaksanakan program sebagaimana diajukan dalam proposal yang ditunjukkan dalam profil lembaga;
  6.  f. memiliki struktur kepengurusan Ormas; 
  7. g. memiliki nomor pokok wajib pajak atas nama Ormas; dan 
  8. h. memiliki neraca keuangan dengan ketentuan sebagai berikut: 
    1. 1) bagi calon penerima Bantuan kategori I memiliki neraca keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik pada 3 (tiga) tahun terakhir; 
    2. 2) bagi calon penerima Bantuan kategori II memiliki neraca keuangan yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik pada 1 (satu) tahun terakhir; atau   
    3. 3) bagi calon penerima Bantuan kategori III memiliki neraca keuangan yang telah diaudit oleh internal audit lembaga yang bersangkutan. 
  9. i. memiliki salinan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak tahun terakhir; dan 
  10. j. memiliki nomor rekening bank pemerintah atas nama Ormas penerima Bantuan untuk penyaluran setiap kategori Bantuan yang diterima. 

2. Syarat Khusus

  1. a. Untuk penerima Bantuan kategori I: 
    1. 1) memiliki keberhasilan program pendidikan terkait dengan literasi, numerasi, dan/atau karakter di Indonesia yang sudah berdampak terhadap hasil belajar peserta didik dalam kurun waktu minimal 3 (tiga) tahun yang dibuktikan dengan portofolio, laporan pelaksanaan program, dan/atau bukti pendukung lainnya; dan 
    2. 2) mengajukan proposal disertai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). 
  2. b. Untuk penerima Bantuan kategori II: 
    1. 1) memiliki keberhasilan pada program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam aspek: 
      1. a) motivasi; 
      2. b) pengetahuan bidang ilmu; 
      3. c) praktik mengajar; 
      4. d) kepemimpinan pembelajaran, dan/atau 
      5. e) program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan lainnya, terkait dengan literasi, numerasi, dan/atau karakter di Indonesia paling sedikit 1 (satu) tahun yang dibuktikan dengan portofolio, laporan pelaksanaan program, dan/atau bukti pendukung lainnya; dan 
    2. 2) mengajukan proposal yang disertai dengan RAB. 
  3. c. Untuk penerima Bantuan kategori III: 
    1. 1) memiliki pengalaman program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam aspek: 
      1. a) motivasi; 
      2. b) pengetahuan bidang ilmu; 
      3. c) praktik mengajar; 
      4. d) kepemimpinan pembelajaran, dan/atau 
      5. e) program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan lainnya, terkait dengan literasi, numerasi, dan/atau karakter di Indonesia yang dibuktikan dengan portofolio, laporan pelaksanaan program, dan/atau bukti pendukung lainnya; dan 
    2. 2) mengajukan proposal yang disertai dengan RAB. 
3. RAB dibuat dengan menggunakan contoh format terlampir dalam huruf O angka 1. 
4. Pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 harus disertai dengan bukti pendukung. 
5. Penerima Bantuan merupakan Ormas yang ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA berdasarkan rekomendasi dari tim evaluasi proposal, yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

E. Bentuk dan Jumlah Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

  1. 1. Bantuan diberikan dalam bentuk uang dengan jumlah paling banyak: 
    1. a. Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) untuk penerima Bantuan kategori I; 
    2. b. Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) untuk penerima Bantuan kategori II; dan 
    3. c. Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk penerima Bantuan kategori III. 
  2. 2. Jumlah Bantuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi proposal oleh masingmasing tim evaluasi proposal. 
  3. 3. Jumlah Bantuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 ditetapkan oleh PPK dan disahkan oleh KPA berdasarkan rekomendasi dari tim evaluasi proposal. 
  4. 4. Jumlah Bantuan yang diterima oleh Ormas sesuai dengan yang tertera dalam perjanjian kerja sama.

F. Jenis Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

Jenis Bantuan yaitu bantuan lainnya yang memiliki karaktaristik bantuan yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran yaitu penyelenggaraan peningkatan kompetensi, kualifikasi, dan/atau pembinaan karier Pendidik atau Tenaga Kependidikan, serta pelaku pendidikan.

G. Komponen Biaya Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

  1. 1. Bantuan digunakan untuk belanja dengan komponen sebagai berikut: 
    1. a. belanja bahan; 
    2. b. belanja honor output kegiatan; 
    3. c. belanja jasa profesi; 
    4. d. belanja jasa/sewa; 
    5. e. belanja modal peralatan dan mesin; dan/atau 
    6. f. belanja perjalanan dinas. 
  2. 2. Bantuan digunakan sesuai dengan RAB yang disetujui oleh pemberi Bantuan. 
  3. 3. Dalam hal penerima Bantuan melakukan pembelian modal peralatan dan mesin sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf e yang merupakan aset harus diserahkan kepada satuan pendidikan yang Pendidik dan Tenaga Kependidikannya menjadi sasaran program dan ditetapkan oleh dinas pendidikan setempat. 
  4. 4. Penyerahan modal peralatan dan mesin yang menghasilkan aset sebagaimana dimaksud pada angka 3, dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan didata menjadi aset satuan pendidikan. 
  5. 5. Bantuan tidak dapat digunakan untuk melakukan renovasi bangunan. 
  6. 6. Setiap belanja yang dilakukan oleh penerima Bantuan berpedoman pada Standar Biaya Masukan (SBM) yang dikeluarkan Kementerian Keuangan. 

H. Tata Cara Pengajuan Bantuan Program Organisasi Penggerak (POP)

  1. 1. Ormas calon penerima Bantuan melakukan pendaftaran melalui aplikasi.
  2. 2. Ormas calon penerima Bantuan dapat memilih salah satu kategori Bantuan yang ditetapkan untuk satu bentuk satuan pendidikan sebagai sasaran atau mengajukan lebih dari 1 (satu) proposal untuk kategori yang berbeda atau kategori yang sama untuk bentuk sasaran satuan pendidikan yang berbeda. 
  3. 3. Ormas penerima Bantuan dapat menerima paling banyak 3 (tiga) paket Bantuan untuk kategori yang berbeda atau kategori yang sama untuk bentuk sasaran satuan pendidikan yang berbeda. 
  4. 4. Ormas calon penerima Bantuan yang memenuhi syarat sesuai dengan kategori Bantuan mengajukan proposal serta RAB melalui aplikasi. 
  5. 5. Proposal dinilai dan diverifikasi oleh tim evaluasi proposal. 
  6. 6. Tim evaluasi proposal merekomendasikan hasil penilaian dan verifikasi proposal Ormas calon penerima Bantuan kepada PPK. 
  7. 7. PPK menetapkan Ormas penerima Bantuan dan disahkan oleh KPA. 
  8. 8. Selama proses pendaftaran, evaluasi proposal sampai dengan penetapan, Ormas calon penerima Bantuan hanya diizinkan berkomunikasi dengan tim evaluasi proposal melalui aplikasi. 
  9. 9. Pemberi Bantuan mengumumkan Ormas penerima Bantuan melalui aplikasi. 
  10. 10. Bantuan diserahkan melalui rekening bank pemerintah atas nama Ormas sesuai dengan akta pendirian. 
  11. 11. Ormas penerima Bantuan yang telah ditetapkan akan diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapatkan penjelasan/bimbingan teknis dan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemberi Bantuan dan penerima Bantuan dengan menggunakan contoh format sebagaimana terlampir dalam huruf O angka 2.

Selengkapnya bisa anda baca pada file petunjuk teknis program organisasi penggerak (pop) tahun 2020 pdf di bawah ini.

Download Persekjen Kemendikbud Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Program Organisasi Penggerak 2020 PDF

Anda bisa mengunduhnya melalui link berikut: Petunjuk Teknis Program Organisasi Penggerak 2020.pdf

Posting Komentar

0 Komentar