Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Kemendikbud & Kemenag Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah untuk Zona Kuning dan Zona Hijau

Kemendikbud dan Kemenag Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah untuk Zona Kuning dan Zona Hjiau

Dibawah ini adalah informasi tentang kemedikbud dan kemenag mengizinkan pembelajaran tatap muka (ptm) di sekolah/madrasah untuk zona hijau dan zona kuning berdasarkan Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim mengenai Revisi SKB 4 Menteri tentang:

Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

Kemendikbud & Kemenag Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah untuk Zona Kuning dan Zona Hijau tomatalikuang.com

Dampak Pembelajaran Jarak jauh (PJJ)

Kelangsungan belajar mengajar yang tidak dilakukan di sekolah berpotensi menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan, berikut adalah dampaknya:

1. Ancaman putus sekolah


  • Anak harus bekerja: Banyak orang tua yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka. 
  • Persepsi orang tua: Risiko putus sekolah dikarenakan anak “terpaksa” bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi COVID-19.

2. Risiko “learning loss”

  • Penurunan capaian belajar: Perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi berbeda.  
  • Kesenjangan capaian belajar: Studi menemukan bahwa pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik saat dibandingkan dengan PJJ.

3. Kekerasan pada anak dan risiko eksternal

  • Kekerasan yang tidak terdeteksi: Ketika anak tidak lagi datang ke sekolah, terdapat peningkatan resiko untuk pernikahan dini, eksploitasi anak terutama perempuan, dan kehamilan remaja. 
  • Risiko eksternal: Tanpa sekolah, banyak anak yang terjebak di kekerasan rumah tanpa terdeteksi oleh guru.

Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19

  1. 1. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. 
  2. 2. Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi COVID-19.

Kebijakan Baru Pemerintah

Untuk mengantisipasi konsekuensi negatif dan isu dari pembelajaran jarak jauh, pemerintah mengimplementasikan dua kebijakan baru:

  1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning : Pelaksanaan pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk semua jenjang yang berada zona hijau dan zona kuning. 
  2. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus): Sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Modul pembelajaran dan asesmen dibuat untuk mendukung pelaksanaan kurikulum darurat (dalam kondisi khusus).

1. Perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning 

  • Pembelajaran tatap muka di sekolah diperbolehkan untuk zona hijau dan zona kuning
  • Walaupun di zona hijau dan kuning, sekolah tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan Pemda/Kanwil dan Kepala Sekolah
  • Untuk madrasah dan sekolah berasrama di zona hijau dan zona kuning, pembukaan dilakukan secara bertahap
  • Seperti di perguruan tinggi, SMK di semua zona dapat melakukan pembelajaran praktik dengan menerapkan protokol kesehatan ketat
  • Sama seperti SKB sebelumnya, pembelajaran tatap muka dilakukan sesuai dengan mengikuti protokol kesehatan
  • Kepala satuan pendidikan wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan 
  • Implementasi dan evaluasi pembelajaran tatap muka adalah tanggung jawab pemerintah daerah yang didukung oleh pemerintah pusat
  • Apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah, satuan pendidikan wajib ditutup kembali.

2. Kurikulum Darurat (dalam Kondisi Khusus)

  • Untuk meringankan kesulitan pembelajaran di masa COVID-19, kurikulum darurat & modul pembelajaran dapat digunakan
  • Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu pada kurikulum 2013
  • Kurikulum darurat diharapkan akan memudahkan proses pembelajaran di masa pandemi
  • Modul pembelajaran mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orangtua, dan siswa
  • Untuk jenjang SD: disiapkan modul pembelajaran untuk guru, orangtua, dan siswa untuk mempermudah proses BDR
  • Ilustrasi: Jadwal pembelajaran untuk siswa SD yang menggunakan modul
  • Untuk membantu siswa yang paling terdampak pandemi dan berpotensi paling tertinggal, guru perlu melakukan asesmen diagnostik
  • Untuk mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru
  • Diperlukan kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak untuk kesuksesan pembelajaran di masa pandemi COVID-19
Selengkapnya bisa anda baca pda File Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 di bawah ini:

Download File Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 PDF

Anda bisa mengunduhnya melalui link beirkut: Paparan PTM di Xona Hijau dan Zona Kuning.pdf
atau bisa langsung Anda baca filenya berikut ini:


Posting Komentar

0 Komentar