Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inilah Tampilan Resmi Sertifikat Tanah Elektronik dan Penjelasannya Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/BPN Nomor 1 tahun 2021

 Dibawah ini adalah informasi tampilan resmi bentuk sertifikat tanah elektronik dan keterangannya berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

Baca di sini: Download Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik PDF

Sertifikat Tanah Elektronik

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agraria dan tata Ruang Badan Pertanahan Nasional RI (ATR/BPN) telah menerbitkan Peraturan Menteri tentang penggantian sertifikat tanah lama menjadi sertifikat elektronik.

Namun sebelumnya, perlu diketahui bahwa sertifikat adalah kata yang tidak baku. Dalamq Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), bentuk bakunya adalah Sertipikat. Oleh karena itu, dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang ini digunakan kata Sertipikat.

Dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 disebutkan bahwa Sertipikat adalah surat tanda bukti hak untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, tanah wakaf, hak milik atas satuan rumah susun dan hak tanggungan yang masing-masing sudah dibukukan dalam buku tanah yang bersangkutan. Sedangkan Sertipikat Elektronik yang selanjutnya disebut Sertipikat-el adalah Sertipikat yang diterbitkan melalui Sistem Elektronik dalam bentuk Dokumen Elektronik.

Bagi anda yang ingin melihat tampilan resmi bentuk sertifikat tanah elektronik, berikut tomatalikuang.com bagikan gambar sertifikat tanah elektronik disertai penjelasannya.

Tampilan Sertifikat Tanah Elektronik

sertifikat tanah elektonik tomatalikuang.com
Sertifkat Tanah Elektronik (Sertipikat Elektronik)

Berikut adalah penjelasan keterangan dari tampilan sertifikat tanah elektronik di atas. 

Penjelasan Sertifikat Tanah Elektronik

Keterangan Sertipikat Elektronik:

a) Penulisan nama instansi dilengkapi dengan logo:

b) Lambang Garuda diletakkan di tengah

c) Dipergunakan untuk mencatat kode unik/hashcode, edisi dan bulan/tahun penerbitan Sertipikat Elektronik:

kode unik sertifikat tanah elektronik tomatalikuang.com

  • Kode unik/hashcode atau cryptospasial merupakan kode unik/hashcode atas dokumen elektronik
  • Edisi
    1. Edisi merupakan keterangan riwayat pembuatan Dokumen Elektronik
    2. Setiap pembuatan Sertipikat-el pertama kali dimulai dari edisi 1 (satu) dan seterusnya secara berurutan dengan angka numerik
    3. Setelah diterbitkan Sertipikat-el edisi 1 (satu), setiap kegiatan pendaftaran tanah selanjutnya selain pendaftaran tanah pertama kali untuk tanah yang belum terdaftar, penggantian sertipikat menjadi Sertipikat-el untuk tanah yang sudah terdaftar, pendaftaran pemecahan, penggabungan dan pemisahan atau perubahan data fisik yang mengakibatkan bertambahnya jumlah bidang, maka diterbitkan Sertipikat-el edisi 2 (dua) dan seterusnya secara berurut dengan angka numerik.
  • Nomor DI, tanggal, bulan dan tahun merupakan nomor daftar isian dan tanggal, bulan dan tahun penerbitan Sertipikat-el

d) QR Code

QR Code merupakan kode berisi data terenkripsi yang digunakan untuk mengakses informasi langsung atas Dokumen Elektronik melalui sistem yang disediakan oleh Kementerian

e) Penulisan Judul SERTIPIKAT

f) Jenis Hak:

Diisi sesuai dengan Hak yang dibukukan/ didaftarkan: HAK MILIK, HAK GUNA BANGUNAN, HAK PAKAI, HAK GUNA USAHA, HAK PENGELOLAAN, HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN atau TANAH WAKAF

g) Isian Nomor Induk Bidang (NIB)

NIB terdiri dari 14 digit

  • XX : 2 digit kode provinsi
  • XX : 2 digit kode kabupaten/kota
  • XXXXXXXX : 9 digit untuk nomor bidang tanah
  • X : 1 digit berupa:
    • angka 0 untuk bidang tanah di permukaan bumi
    • angka 1 untuk ruang atas tanah
    • angka 2 untuk ruang bawah tanah
    • angka 3 untuk satuan rumah susun
    • angka 4 untuk hak di atas hak pada bidang tanah
    • angka 5 untuk hak di atas hak pada ruang atas tanah
    • angka 6 untuk hak di atas hak pada ruang bawah tanah

h) Isian Letak Bidang Tanah

Diisikan sesuai jenis hak (Hak Milik, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, Hak Guna Usaha, Hak Pengelolaan, Tanah Wakaf dan Hak Milik Satuan Rumah Susun) dan letak tanah: Jalan Nomor, RT/RW, Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan luas tanah. Untuk hak yang berjangka waktu ditambahkan jangka waktu hak atas tanah

Contoh:

  • Hak Milik ini terletak di Jalan Setia Budi Tengah Nomor 3 RT 003/RW 06, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 150 m2 (seratus lima puluh meter persegi)
  • Hak Guna Bangunan ini terletak di Jalan Setia Budi Tengah Nomor 3 RT 003/ RW 06, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 150 m2 (seratus lima puluh meter persegi) dengan jangka waktu 20 (dua puluh) tahun yang berakhir tanggal … (tanggal pembukuan hak ditambah jangka waktu hak)
  • Hak Pakai:
    • Hak Pakai ini terletak di Jalan Setia Budi Tengah Nomor 3 RT 003/ RW 06, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 150 m2 (seratus lima puluh meter persegi) dengan jangka waktu 20 (dua puluh) tahun yang berakhir tanggal … (tanggal pembukuan hak ditambah jangka waktu hak)
    • Hak Pakai ini terletak di Jalan Setia Budi Tengah Nomor 3 RT 003/ RW 06, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 1.000 m2 (seribu meter persegi)
  • Hak Guna Usaha ini terletak di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur seluas 10.000 m2 (sepuluh ribu meter persegi) dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun yang berakhir tanggal … (tanggal pembukuan hak ditambah jangka waktu hak)
  • Hak Pengelolaan ini terletak di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur seluas 1.000 m2 (seribu meter persegi)
  • Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun ini terletak di Kondominium Kintanami, Tower A, Unit 2, Lantai 1 di atas tanah Hak Guna Bangunan NIB 09.02.0000000678.0 yang terletak di Jalan Prapanca Raya Nomor 1 Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 150 m2 (seratus lima puluh meter persegi)
  • Tanah Wakaf ini terletak di Jalan Setia Budi Tengah Nomor 3 RT 003/ RW 06, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta seluas 1.000 m2 (seribu meter persegi)

i) Isian Subjek Hak:

Nama Pemegang Hak yang ditulis sesuai dengan nama dalam dokumen-dokumen identitas pemegang hak, akta pendirian badan hukum atau nama instansi pemerintah. Untuk pemegang hak perorangan sedapat-dapatnya ditulis dengan lengkap tidak disingkat, termasuk juga gelar

j) Dipergunakan untuk mencatat Identitas dokumen yang menjadi dasar pendaftaran hak, yaitu:

  1. Berdasarkan Berita Acara Pengesahan Data Fisik dan Data Yuridis Nomor dan tanggal …, jika hak berasal dari konversi 
  2. Berdasarkan Surat Keputusan Pemberian hak atau penetapan tanah wakaf Nomor dan tanggal Keputusan, jika hak berasal dari pemberian hak atas tanah Negara atau Hak Pengelolaan serta Tanah Wakaf
  3. Berdasarkan pemecahan/pemisahan/penggabungan …, jika hak berasal dari pemecahan, pemisahan atau penggabungan bidang, sebagai berikut:
    1. Pemecahan:
      • Hasil Pemecahan
        Edisi Sertipikat-el hasil pemecahan dibuatkan edisi baru dengan ditandai angka numerik berikutnya dari edisi yang dipecah dengan keterangan:
        “Berdasarkan pemecahan dari Hak … NIB … (diisi sesuai jenis Hak dan NIB yang dipecah) tanggal ….. nomor …. (diisi tanggal dan Nomor Daftar Isian)”
        Masing-masing hak, luas hasil pemecahan dibuatkan Sertipikat-el edisi pertama dengan ditandai angka numerik 1 (satu)
      • Sertipikat-el Induk yang dipecah
        Sertipikat-el ini dihapus/dimatikan dengan keterangan:
        “Sertipikat-el ini tidak berlaku lagi karena telah dipecah menjadi Hak …, NIB…, Luas … (diisi sesuai hasil pemecahan)”
    2. Penggabungan:
      • Hasil Penggabungan
        Edisi Sertipikat-el hasil penggabungan dibuatkan edisi baru  dengan ditandai angka numerik berikutnya dari edisi yang digabung dengan keterangan:
        “Berdasarkan penggabungan Hak … NIB …, NIB … (diisi sesuai jenis Hak dan NIB, luas tanah yang digabung) ”
        Hasil penggabungannya dibuatkan Sertipikat-el edisi pertama dengan ditandai angka numerik 1 (satu)
      • Sertipikat-el Induk yang digabung
        Sertipikat-el ini dihapus/dimatikan dengan keterangan:
        “Sertipikat-el ini tidak berlaku lagi karena telah digabung bersama dengan Hak … NIB …, NIB… menjadi Hak …, NIB…, Luas … (diisi sesuai hasil penggabungan)”
    3. Pemisahan:
      • Hasil Pemisahan:
        Edisi Sertipikat-el hasil pemisahan dibuatkan edisi baru dengan ditandai angka numerik berikutnya dari edisi yang dipisah dengan keterangan:
        “Berdasarkan pemisahan dari Hak … NIB … (diisi sesuai jenis Hak dan NIB yang dipecah) tanggal ….. No. …. (diisi tanggal dan Nomor Daftar Isian)”
        Masing-masing hak, hasil pemisahan dibuatkan Sertipikat-el edisi pertama dengan ditandai angka numerik 1 (satu)
      • Sertipikat-el Induk yang dipisah:
        Sertipikat-el Induk yang dipisahkan dibuatkan edisi baru dengan ditandai angka numerik berikutnya dengan keterangan:
        “Sebagian dari Sertipikat-el ini dengan luas … telah dipisah menjadi Hak …, NIB…, Luas … (diisi sesuai hasil pemisahan)”
  4. Apabila terjadi perubahan data yuridis maka dibuat Sertipikat-el edisi baru yang merupakan edisi lanjutan dengan ditandai angka numerik berikutnya untuk mencatat perubahan-perubahan data yuridis antara lain peralihan hak, dasar pendaftaran diisi dengan peristiwa, perbuatan, atau dokumen yang menjadi dasar pencatatan, misalnya nomor dan tanggal keputusan, akta PPAT, risalah lelang atau Surat Keterangan Waris

k) Batasan:

Diisi pembatasan-pembatasan penerima hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan

l) Kewajiban:

Diisi kewajiban-kewajiban penerima hak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan

m) Gambar bidang tanah/denah/ruang sesuai dengan Surat Ukur/Gambar Denah atau Surat Ukur Ruang

n) Diisi tanggal Surat Ukur/Gambar Denah atau Surat Ukur Ruang

o) QR Code Surat Ukur/Gambar Denah atau Surat Ukur Ruang

Merupakan kode berisi data terenkripsi yang digunakan untuk mengakses informasi langsung Surat Ukur/Gambar Denah atau Surat Ukur Ruang melalui sistem yang disediakan oleh Kementerian

p) Catatan:

Diisi jika ada hak tanggungan, cessie, subrograsi, roya, blokir, sita atau pembebanan lainnya, keterangan hak di atas hak serta catatan Sertipikatel Induk dari Pemecahan/Penggabungan/Pemisahan

q) Diisi Kantor Pertanahan yang menerbitkan Sertipikat-el

r) Diisi Tanda Tangan Elektronik, Nama dan NIP Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang berwenang


Demikian postingan tentang Tampilan Resmi Sertifikat Tanah Elektronik dan Penjelasannya Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/BPN Nomor 1 tahun 2021. Semoga bermanfaat :)

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

1 komentar untuk "Inilah Tampilan Resmi Sertifikat Tanah Elektronik dan Penjelasannya Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/BPN Nomor 1 tahun 2021"

Dapatkan File Soal dan Pembahasan Gratis di Alamat Email mu !