Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Ketentuan Pembayaran Zakat Fitrah dan Zakat Harta (Mal) yang Wajib Diketahui

Sebagai muslim, tentu saja membayar zakat fitrah menjadi kewajiban yang perlu untuk dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan zakat fitrah menjadi salah satu rukun islam sehingga tidak boleh ditinggalkan. Selain zakat fitrah, terdapat satu jenis zakat yang juga wajib untuk ditunaikan, yaitu zakat Mal atau zakat harta.



Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Harta (Mal)

Berikut perbedaan antara zakat fitrah dengan zakat mal

Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang ditunaikan pada tiap penghujung Ramadhan sebelum sholat Ied Idul Fitri dilaksanakan. Zakat yang dikeluarkan adalah senilai 3,5 liter atau setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang biasanya dikonsumsi oleh orang yang membayar zakat tersebut. Misalnya adalah membayar zakat fitrah dengan 2,5 kilogram beras.

Zakat Mal

Sedangkan Zakat Mal atau zakat harta ditunaikan pada waktu yang tidak bisa dipastikan secara bulan atau tanggalnya. Zakat harta wajib ditunaikan tepat ketika harta yang dimiliki oleh seorang muslim telah mencapai batas ketentuan dalam satu periode tertentu. Ada pun yang menjadi objek pembayaran zakat harta adalah harta berupa hasil panen pertanian, emas, uang, rumah, hasil ternak, dan sebagainya.
 
Tidak semua muslim berkewajiban membayar zakat harta. Ada pun syarat harta yang harus atau wajib untuk ditunaikan zakat malnya antara lain adalah harta yang dimiliki penuh oleh diri sendiri, hartatersebut berkembang atau mengalami penambahan nilai, telah mencapai nisab atau batas ukuran yang ditentukan, melebihi kebutuhan pokok atau biaya hidup yang diperlukan sehari-hari, tidak memiliki hutang kepada siapa pun, dan sudah memiliki usia kepemilikan lebih dari satu tahun.

Cara Menunaikan Zakat Fitrah dan Zakat Harta (Mal)

Untuk menunaikan zakat fitrah cenderung lebih sederhana dan mudah dibandingkan dengan zakat fitrah. Seorang muslim bisa menyalurkan zakatnya berupa uang tunai yang setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok atau dapat pula berwujud 2,5 kilogram makanan pokok itu sendiri. Ada pun penyalurannya bisa dilakukan pada pihak-pihak tertentu, misalnya langsung kepada penerima zakat, melalui panitia amal dan zakat di masjid terdekat, ataupun melalui lembaga-lembaga BAZNAS atau badan amal dan zakat nasional.

Sedangkan untuk zakat harta, ada pun nisab atau batas jumlah ukurannya berbeda-beda tiap jenis hartanya. Untuk emas yang dimiliki dalam haul (waktu) 1 tahun, memiliki nisab minimal 98,6 dengan perhitungan zakat sebesar 2,5% dari jumlah emas tersebut. Begitu pula dengan perak sebesar 2,5%, namun nisabnya adalah minimal sebesar 624 gram dalam haul minimal 1 tahun pula.

Kemudian, untuk hasil panen perkebunan maupun pertanian adalah setiap musim panen dengan nisab sebesar minimal 930 liter bersih dari total hasil panen yang berkualitas dan bisa dijual. Adapun kadar perhitungannya adalah sebesar 10% untuk hasil pertanian atau perkebunan yang sistem pengairannya tanpa memerlukan biaya tambahan, dan sebesar 5% untuk hasil perkebunan dan pertanian yang sistem pengairannya memerlukan biaya tambahan.

Untuk ternak seperti kambing nisabnya adalah 40 ekor hingga 120 ekor ternak sehat dengan kadar perhitungan sebesar 1 ekor kambing berusia minimal 2 tahun. Untuk jumlah ternak sehat sebanyak 121 ekor hingga 200 ekor memiliki kadar sebanyak 2 ekor kambing minimal berusia 2 tahun. Untuk kepemilikan sebanyak 201 hingga 399 ekor dikenai zakat mal sebesar 3 ekor dengan usia kambing minimal 2 tahun. Dan apabila lebih dari 399 ekor ternak sehat, setiap kelipatan 100 ekornya bertambah zakat malnya sebanyak 1 ekor kambing berusia minimal 2 tahun.

Demikian sekilas terkait ketentuan untuk pembayaran zakat fitrah maupun zakat harta (mal) yang wajib untuk diketahui. Untuk informasi yang belum tercantum di sini dapat ditanyakan kepada panitia atau lembaga-lembaga penyalur zakat yang terpercaya. Mari sempurnakan agama dan iman kita dengan segera menunaikan zakat fitrah maupun zakat harta (Mal).




Posting Komentar

0 Komentar