Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Kriteria Diktat Fungsional Guru untuk Kenaikan Pangkat

Kriteria Diktat Fungsional Guru untuk Kenaikan Pangkat. Bagi seorang guru, pendidikan dan pelatihan memang sangat penting dilakukan secara berkala. Mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan atau diklat fungsional yang diadakan oleh berbagai lembaga itu juga sangat penting, asalkan tujuannya memang efektif untuk menambah pengalaman, skill, dan wawasan seorang guru. Tapi berbeda jadinya kalau tujuannya adalah persyaratan untuk kenaikan pangkat ataupun untuk pengajuan usulan menetapkan angka kredit.

diktat

 

Seperti yang telah diketahui, diklat fungsional merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kompetensi para guru, serta memantapkan pengetahuan, wawasan, nilai, sikap, dan keterampilan tertentu yang sesuai profesi guru dan memberi manfaat dalam melaksanakan tugas seorang guru. 

Dalam hal ini dengan catatan yaitu melalui sebuah lembaga yang telah memiliki izin penyelenggaraannya dari instansi khusus yang punya wewenang. Guru bisa mengikuti berbagai aktivitas diklat fungsional karena ada penugasan khusus, baik dari kepala sekolah atau dengan inisiatif sendiri sesudah mendapatkan izin langsung dari atasan.

Lalu Apa Kriteria Diktat Fungsional Guru untuk Kenaikan Pangkat?

Yang pertama, pada Buku IV Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tentang Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru Pembelajar, disebutkan bahwa Diktat Fungsional Guru yang telah diakui yaitu kegiatan yang berupa pelatihan, kursus, atau penataran yang durasinya minimal 30 jam dengan penyelenggara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ataupun pemerintah daerah, khususnya lembaga diklat yang telah ditunjuk misalnya lembaga LPMP, PPPPTK, LPPKS, Badan Diklat Daerah, dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang diadakan masyarakat yang mendapatkan izin operasional dari pihak pemerintah ataupun Pemerintah Daerah. 

Sekarang ini sudah banyak lembaga atau organisasi yang mengadakan webinar dengan menyebutkan Sertifikat 32 JP, Sertifikat 36 JP, dan lain-lain pada brosur mereka. Meskipun demikian, ada yang perlu dipertanyakan yaitu tentang izin dari pemerintah resmi, dalam hal ini adalah Kemendikbud. Jadi apakah setiap lembaga penyelenggara webinar sudah mendapat izin dari Kemendikbud atau dari pihak Pemerintah Daerah untuk dapat menyelenggarakan kegiatan diklat fungsional untuk guru?

Yang kedua, Kriteria Diktat Fungsional Guru untuk Kenaikan Pangkat adalah sebuah kegiatan diklat yang dilengkapi bukti atau dokumen fisik yang berupa;

1. Fotokopi surat tugas yang diberikan oleh atasan, Kepala Sekolah atau Madrasah, ataupun instansi terkait yang sudah disahkan kepala sekolah atau madrasah terkait kegiatan untuk mengembangkan diri, entah itu tatap muka, gabungan antara tatap muka dan daring (dalam jaringan) maupun sepenuhnya daring.

2. Fotokopi sertifikat diklat untuk guru yang sudah diberi pengesahan oleh Kepala Sekolah atau Madrasah terkait keikutsertaan dalam kegiatan mengembangkan diri  secara tatap muka, gabungan antara tatap muka dan daring (dalam jaringan) maupun sepenuhnya daring.

3. Laporan hasil pelatihan, disusun oleh seorang guru yang berkepentingan terkait keikutsertaannya pada kegiatan mengembangkan diri secara tatap muka, gabungan antara tatap muka dan daring (dalam jaringan) maupun sepenuhnya daring.

Adapun kerangka laporannya adalah seperti berikut ini;

a. Bagian awal;

Terdiri dari judul atau nama diklat yang diikuti, waktu, tempat, dan tujuan pelaksanaan diklat, serta surat tugas dan fotokopi sertifikat.

b. Bagian isi;

Terdiri dari alasan keikutsertaan diklat yang dilakukan, kemudian deskripsi dari materi yang telah disampaikan, aktivitas lanjutan yang sudah, sedang, atau akan dilaksanakan, peningkatan kompetensi untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar, dan penutup.

c. Bagian akhir

Lampiran yang berupa matriks ringkasan diklat yang ditampilkan dalam bentuk tabel.

Demikian informasi mengenai  Kriteria Diktat Fungsional Guru untuk Kenaikan Pangkat. Baca informasi pendidikan lainnya hanya di www.tomatalikuang.com.

Posting Komentar

0 Komentar