Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Mahkamah Agung (MA) Batalkan SKB Tiga Menteri tentang Aturan Seragam Sekolah

Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penggunaan atribut dan pakaian seragam bagi peserta didik, tenag kependidikan, dan pendidik di lingkungan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah telah dibatalkan oleh MA. 




Penjelasan SKB Tiga Menteri

Menteri Agama sebagai termohon I, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai termohon II, dan Menteri Dalam Negeri sebagai termohon III diperintahkan oleh Mahkamah Agung untuk mencabut SKB tersebut karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

“Mengadili, dan juga memerintahkan kepada Termohon I, II, dan III untuk mencabut Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 02/KB/2021, Nomor 025-199 Tahun 2021, Nomor 219 Tahun 2021,” dikutip Jumat, sebagaimana bunyi petikan putusan tersebut.

Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat mengajukan permohonan dengan nomor perkara: 17/P/HUM/2021.

Majelis hakim untuk mengadili perkara ini diketuai oleh Yulius dan hakim anggota masing-masing adalah Irfan Fachrudin dan Is Sudaryono.

Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai aturan seragam pakaian oleh hakim dinilai bertentangan dengan Pasal 11, Pasal 10 dan Pasal 12 UU 23/2014 tentang Pemerintahan daerah; Pasal 1 angka 1 UU 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan anak.

Kemudian pasal 1 angka 1 dan 2 UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan; dan Pasal 1 Angka 1 dan 2, Pasal 3, dan Pasal 12 ayat (1) huruf a UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Dan oleh karena itu SKB tersebut menjadi tidak sah juga tidak mempunyai kekuatan Hukum mengikat,” ucap hakim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebelumnya telah mengatakan bahwa keputusan untuk memakai seragam dan atribut agama harus menjadi keputusan siswa, orang tua, dan guru sebagai individu. Pemerintah daerah dan sekolah, dalam SKB itu, disebutkan tidak dapat mewajibkan maupun melarang murid untuk mengenakan seragam beratribut agama.

Penjelasan Menteri Pendidikan


Nadim pun ikut menegaskan bahwa agama apa pun tidak akan dilarang atau diwajibkan untuk menggunakan atribut tertentu di sekolah. Untuk itu, Nadim meminta kepada semua sekolah negeri agar segera mencabut setiap aturan yang tidak sesuai dengan SKB dalam waktu 30 hari maksimal. Jika tidak, maka sekolah akan mendapatkan sanksi.

Sanksi yang dijatuhian kepada sekolah dapat diberikan oleh pemerintah daerah sesuai mekanisme yang berlaku atau oleh Kemendikbud Dengan menyetop pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan pemerintah lainnya.

Sedangkan untuk gubernur yang terbukti melanggar akan mendapatkan sanksi dari Kementrian Dalam Negeri. Untuk Bupati dan Wali Kota, akan mendapatkan sanksi dari Gubernur.

Jika kemudian ada sekolah atau pemda yang terbukti melanggar ketentuan SKB Tiga Menteri, akan diberikan pendampingan serta penguatan keagamaan dan praktik agama yang moderat oleh Kementrian Agama. Selain itu menentukan penghentian dan pemberian sanksi.

Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Indonesia menilai langkah ini menjadi respons terhadap kasus pemaksaan siswi memakai jilbab atas nama aturan sekolah yang terjadi di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat.

Yaqut pun mengakui bahwa saat ini masih banyak sekolah yang mempunyai aturan yang mewajibkan atau melarang atribut dan seragam agama tertentu. Oleh karena itu, pihaknya memandang SKB ini penting untuk diaplikasikan di dalam lingkungan sekolah.

Kemenag menghormati putusan Mahkamah Agung (MA)

Sementara atas penerbitan Keputusan MA tentang pembatalan pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang aturan seragam sekolah, pihak Kementrian Agama (kemenag) menyatakan sangat menghormati putusan MA.

Demikian informasi terkait SKB Tiga Menteri tentang aturan seragam sekolah. Dapatkan informasi dunia pendidikan lainnya hanya di https://www.tomatalikuang.com

Posting Komentar

0 Komentar