Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara: Tujuan, Prinsip & Filosofi

 Saat ini mungkin Anda telah sadar bahwa memahami konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara itu sangat penting untuk dilakukan. Bagaimana tidak? Saat ini banyak sekali para pelajar yang tidak mengetahui bagaimana pendidikan di tanah air terbentuk.

Hal tersebut sangat penting untuk dipahami agar kita baik para pelajar maupun pengajar dapat lebih menghargai pendidikan yang ada di Indonesia.

konsep pendidikan ki hajar dewantara prinsip filosofi asas tomatalikuang.com
Ki Hajar Dewantara


Biografi Ki Hajar Dewantara

Soewardi Surjaningrat atau lebih di kenal dengan sebutan Ki Hajar Dewantara adalah tokoh yang sangat berjasa dalam sistem Pendidikan di tanah air.

Beliau adalah tokoh pelopor utama juga pendiri Taman Siswa yang sekarang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pertama Indonesia. Oleh karena itu, Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Untuk menghargai dan juga menghormati jasa yang telah diberikannya untuk negeri ini, pemerintah Indonesia membuat Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS yang selalu berlangsung setiap tanggal 2 Mei.

Konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu jasa besarnya yang harus kita ketahui sehingga dapat belajar dengan lebih giat untuk memajukan tanah air. Jika Anda belum mengetahui konsepnya tersebut, maka perhatikan pembahasan dari www.tomatalikuang.com di bawah ini.


Berikut Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Konsep pendidikan yang dibentuk oleh Ki Hajar Dewantara ini pada dasarnya menuntut untuk lebih mengutamakan cinta dan kasih sayang. Hal tersebut sama seperti perlakuan orang tua terhadap anak kandungnya yang penuh dengan perhatian.

Oleh karena itu, konsep ini sangat perlu untuk diterapkan baik itu oleh para pengajar atau juga pelajar sehingga tercipta pendidikan yang utuh. Berikut ini merupakan 3 konsep pendidikan dari tokoh besar yaitu Ki Hajar Dewantara:

1. Ing Ngarsa Sung Tuladha

Arti dari konsep Ing Ngarsa Sung Tuladha adalah di depan. Maksudnya, seorang pendidik atau pengajar harus bisa memberikan teladan bagi murid mereka. Teladan atau contoh sendiri selalu menjadi kunci keberhasilan dalam kegiatan belajar.

Yaitu Ketika sang pendidik atau pengajar memiliki sifat serta sikap yang baik, dengan begitu maka siswa juga akan mengikuti pengajarnya. Jadi Ketika proses pembelajaran dimulai, pengajar harus membimbing juga mengarahkan siswanya dengan baik.

Para siswa bisa mempelajari materi tujuan pembelajaran dengan baik jika pengajarnya juga bisa melakukan hal tersebut dengan baik. Hal tersebut terjadi karena guru secara tidak langsung menjadi panutan bagi para siswa Ketika proses pembelajaran.

2. Ing Madya Mangun Karsa

Arti konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dari Ing Madya Mangun Karsa adalah di tengah atau diantara orang yang bisa membuat ide dan gagasan. Maksudnya adalah seorang pendidik harus bisa menjadi pencipta ide dalam proses pembelajaran.

Pengajar harus bisa memfasilitasi berbagai macam metode juga strategi agar tujuan pembelajaran berhasil diraih dengan sempurna. Selain itu, kemampuan atau juga potensi yang dimiliki oleh murid bisa berkembang dengan baik.

3. Tut Wuri Handayani

Arti dari konsep Tut Wuri Handayani ini adalah di belakang, maksudnya sang pengajar harus selalu berada di belakang siswa sebagai pendukung dan pemberi arahan.

Dalam hal tersebut, seseorang mempunyai tanggung jawab di dalam pekerjaannya untuk mendorong orang lain sehingga mencapai tujuan dalam jangka waktu Panjang atau juga secara berkelanjutan.

Ketika proses belajar mengajar dimulai, seorang guru harus bisa memberikan dorongan pada siswanya agar rajin, belajar, dan juga disiplin. Hal tersebut karena guru memiliki peran penting dalam memajukan suatu bangsa.

Konsep pendidikan dapat membuat Anda menjalani kehidupan menjadi lebih baik. Semoga dengan mengetahui dan memahami konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara ini bisa membuat kita lebih memahami makna dari pendidikan baik itu sebagai pengajar maupun juga pelajar.

Posting Komentar

0 Komentar