Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Surat Edaran GTK Kemendikbudristek Tentang Seleksi PPPK Guru Tahun 2021 (Resmi)

Pada tanggal 31 Mei 2021 Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi mengeluarkan Surat Edaran GTK Kemendikbudristek Nomor: 2796/B/GT.00.06/2021 mengenai seleksi PPPK Guru Tahun 2021. Surat edaran ini diperuntukan bagi Kepala Dinas Pendidikan, Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia. 

 


Isi Surat Edara GTK Kemendikbudristek

Dalam poin ke-1 Surat Edaran GTk tersebut, menyatakan bahwa yang menjadi calon peserta seleksi CASN PPPK Guru tahun 2021 adalah:
a.    Guru Honorer yang pernah mengajar di sekolah negeri yang berada di bawah wewenang Pemerintah Daerah dan telah terdaftar sebagai Guru di Dapodik Kemendikbudristek;
b.    Guru yang berstatus bukan ASN dan tengah mengajar di sekolah swasta juga telah terdaftar sebagai Guru di Dapodik Kemendikbudristek;
c.    Lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang belum menjadi guru dan telah terdaftar di Database Lulusan Pendidikan Profesi Guru Kemendikbudristek.
d.    Tenaga Honorer Eks Kategori II yang sesuai dengan Database Tenaga Honorer Eks K-II BKN.


Poin 2 dalam surat edaran GTK kemendikbudristek menyebutkan bahwa pendaftaran peserta seleksi CASN PPPK Guru hanya dapat dilakukan melalui situs resi BPK (Badan Kepegawaian Negara), yaitu https://sscasn.bkn.go.id.


Dalam poin ke-3 dinyatakan bahwa setiap peserta dengan status Penyandang Disabilitas dapat mendaftarkan diri ke formasi mana pun, kecuali: a. Guru Penjasorkes Ahli Pertama bagi penyandang disabillitas daksa; b. Guru Seni Budaya Keterampilan Ahli Pertama bagi penyandang disabilitas netra; c. Guru Bahasa Indonesia Ahli Pertama bagi penyandang disabilitas rungu; dan d. Guru Bahasa Inggris ahli pertama bagi penyandang disabilitas rungu.


Poin ke-4 Surat Edaran GTK mengatur bahwa proses seleksi CASN PPPK Guru tahun 2021 dibagi menjadi dua, yaitu seleksi kompetensi dan seleksi administrasi. Kemudian di dalam poin ke 5 dinyatakan dengan tegas bahwa seleksi administrasi meliputi validasi kelengkapan berkas, kesesuaian dokumen pendaftar dengan kriteria calon guru PPPK, dan verifikasi. 

Berkas yang Diperlukan

Berikut ini merupakan berkas-berkas yang diperlukan pada saat seleksi administrasi:
1.    Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
2.    Pasfoto;
3.    Scan Ijazah dan Transkrip Nilai S1/D4;
4.    Scan sertifikat Pendidik untuk yang memiliki;
5.    Khusus bagi pendaftar dengan status penyandang disabilitas diharuskan untuk menambahkan: a. Dokumentasi berupa video singkat saat melakukan kegiatan sehari-hari dan tugas sebagai pendidik; b. Surat keterangan penyandang disabilitas dari puskesmas/rumah sakit milik pemerintah


Untuk proses verifikasi dan validasi akan dilakukan secara manual dan otomatis dengan cara sinkronisasi Dapodik Kemdikbudristek dan Database BKN. Lalu untuk verifikasi administrasi akan dilakukan dengan mengacu kepada linieritas sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi pendidikan. Apabila sertifikat pendidik tidak sesuai, maka akan dilanjutkan dengan proses verifikasi yang mengacu kepada linieritas kualifikasi pendidikan. Adapun kesesuaian linieritas yang dimaksud di sini merujuk kepada Surat Edaran Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 1460/B.B1/GT.02.01/2021 tertanggal 15 Maret 2021.


Selanjutnya poin ke-6 dalam poin keempat yang terdapat di Surat Edaran GTK Kemendikbudristek dengan Nomor: 2796/B/GT.00.06/2021 mengenai seleksi PPPK Guru Tahun 2021, menyatakan bahwa Seleksi Kompetensi akan dilaksanakan melalui Tes Kompetensi Guru, dengan rincian sebagai berikut:
1.    Tes Kompetensi PPPK Guru terdiri dari Tes Kompetensi dan Wawancara;
2.    Untuk materi tes kompetensi yang akan diujikan meliputi: Kompetensi Teknis, Kompetensi sosio kultural, dan kompetensi manajerial;
3.    Tes Kompetensi dan wawancara akan dilakukan mengikuti prosedur penyelenggaraan dan menggunakan metode Computer Assisted Test Ujian Nasional Berbasis Komputer (CAT-UNBK) dengan tetap mengacu kepada protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19;
4.    Tes kompetensi PPPK Guru nantinya akan dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali sepanjang tahun 2021 dengan tempat ujian Kompetensi (TUK) yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudrisetek;
5.    Keseluruhan proses pelaksanaan Tes Kompetensi PPPK ini telah dibiayai oleh Kemendikbudristek melalui:
a.    Ditjen GTK untuk mendanai SDM CAT-UNBK; dan
b.    Dana BOS untuk mendanai kegiatan operasional di TUK yang meliputi kebersihan, kesehatan, dan keamanan.
6.    Mengenai hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan Tes Kompetensi PPPK akan dinformasikan selanjutnya.

Informasi lebih lengkapnya dapat Anda baca di bawah ini: 


Ikuti terus update terkini seputar dunia pendidikan hanya di https://www.tomatalikuang.com

Posting Komentar

0 Komentar