Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Download Fatwa DSN MUI tentang Tabungan di Bank PDF (01/DSN-MUI/IV/2000)

 Di bawah ini adalah download pdf fatwa dewan syariah nasional (dsn) majelis ulama indonesia (mui)  nomor: 01/DSN-MUI/IV/2000 tentang tabungan di bank.

Dewan Syariah Nasional MUI

Tidak bisa dipungkiri bahwa, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim paling banyak didunia. Setiap melakukan kegiatan terutama menabung, jual dan beli. harus sesuai dengan prinsip syariat islam untuk menghindari riba. Lalu, bagaimana aktivitas menabung adi perbankan menurut hukum islam?.

Indonesia memiliki Dewan Syariah Nasional (DSN) yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI. DSN MUI tekah mengeluarkan fatwa tentang tabungan perbankan. Hal ini bisa dilihat dalam Fatwa No: 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan.

fatwa dewan syariah nasional dsn mui tentang tabungan majelis ulama indonesia tomatalikuang.com


Fatwa Dewan Syariah Nasional  MUI No: 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan

Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI tentang Tabungan ini dikeluarkan setelah 

Menimbang :

  1. bahwa keperluan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan dan dalam penyimpanan kekayaan, pada masa kini, memerlukan jasa perbankan; dan salah satu produk perbankan di bidang penghimpunan dana dari masyarakat adalah tabungan, yaitu simpanan dana yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu; 
  2. bahwa kegiatan tabungan tidak semuanya dapat dibenarkan oleh hukum Islam (syari’ah);
  3. bahwa oleh karena itu, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang bentuk-bentuk mu’amalah syar’iyah untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tabungan pada bank syari’ah.

Isi Keputusan Fatwa Dewan Syariah Nasional  MUI No: 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan :

Pertama

Tabungan ada dua jenis:

  1. Tabungan yang tidak dibenarkan secara syari’ah, yaitu tabungan yang berdasarkan perhitungan bunga.
  2. Tabungan yang dibenarkan, yaitu tabungan yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Kedua

Ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Mudharabah:

  1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul mal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.
  2. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya mudharabah dengan pihak lain.
  3. Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.
  4. Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukaan rekening.
  5. Bank sebagai mudharib menutup biaya operasional tabungan dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya.
  6. Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Ketiga :

Ketentuan Umum Tabungan berdasarkan Wadi’ah:

  1. Bersifat simpanan.
  2. Simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan.
  3. Tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank.

Download Fatwa DSN MUI Nomor: 01/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan di Bank PDF

Anda bisa mengunduhnya melalui link berikut:  Fatwa DSN-MUI tentang Tabungan.pdf
atau bisa langsung anda lihat filenya berikut ini:

Untuk Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI lainnya lihat di sini.

Posting Komentar

0 Komentar