Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Jangan Salah Sangka, Ini Perbedaan Motivation Letter dan Personal Statement!

 Bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri tentu akan menjadi pencapaian luar biasa yang diidamkan banyak orang. Apalagi kamu sudah memilih universitas incaran yang akan dituju. Berbagai persiapan tentu saja harus siap secara rapih dan tepat, termasuk pula urusan dokumen atau berkas pendaftaran yang harus di-submit. Jangan sampai kamu gagal lolos universitas incaran hanya karena urusan dokumen, ya!

Ada beberapa dokumen pendaftaran yang harus dipersiapkan dengan matang, seperti misalnya personal statement dan juga motivation letter. Banyak universitas yang juga mensyaratkan kedua dokumen ini sebagai salah satu pertimbangan apakah calon mahasiswa tersebut layak diterima atau tidak. Kedua jenis esai atau surat ini akan mencerminkan bagaimana kamu bisa menjelaskan minat dan nilai plus di dalam diri kamu. Sebelum membuatnya, kamu harus mengetahui apa sih perbedaan motivation letter dan personal statement. Simak uraian di bawah ini supaya kamu tambah paham perbedaannya!

perbedaan motivation letter dan personal statement tomatalikuang.com
Personal Statement vs Motivation Letter


Yang Harus dipahami Dari Personal Statement

Personal statement atau dikenal juga dengan Statement of Purpose diartikan sebagai suatu esai yang ditulis dengan tujuan untuk melakukan promosi diri sendiri. Apa yang harus dipromosikan? Promosikan diri kamu sebaik mungkin di dalam personal statement, promosi bisa berupa alasan mengapa kamu bisa menjadi kandidat yang terbaik dan layak untuk diterima pada jurusan yang kamu tuju di universitas tersebut. Pada statement ini mengandung kata ‘personal’ sehingga kata kunci dari esai ini adalah kamu harus bisa menjelaskan ‘person’ diri kamu bagaimana. 

Topik bahasan yang bisa kamu bahas di dalam esai personal statement sangat lah beragam. Kamu bisa menjelaskan asal usul kamu, latar belakang keluarga, pendidikan-pendidikan sebelumnya, lingkungan, prestasi apa saja yang telah kamu raih, pengalaman-pengalaman penting dan berkesan yang bisa membentuk pribadi kamu yang sekarang, dan ketrampilan-ketrampilan yang kamu miliki.

Hal-hal tersebut tentu saja akan sangat berpengaruh dalam meyakinkan pihak universitas yang menyeleksi dokumen pendaftaran milikmu. Tuliskan hal-hal yang dapat meyakinkan bahwa kamu akan menjadi asset yang berharga apabila bisa bergabung dengan universitas incaranmu. Tentu saja pihak universitas menginginkan calon generasi yang unggul yang akan mereka tempa selama mengenyam pendidikan di sana.

Jangan lupa, ceritakan pula kesamaan atau pengalaman-pengalaman yang memiliki keterkaitan atau relevansi dengan jurusan yang kamu inginkan. Misalnya, kamu akan mendaftar di jurusan seni, maka kamu harus menggambarkan apa saja sih pengalaman kamu di bidang seni, latar belakang dan ketertarikan, bahkan juga prestasi yang kamu peroleh di bidang seni. Semakin banyak keterkaitan antara nilai dirimu dan jurusan yang kamu ambil, maka akan semakin besar peluang kamu untuk diterima.

Jika kamu ternyata tidak memiliki banyak hal yang berkaitan dengan jurusan yang akan kamu tuju, tetaplah tenang. Kamu bisa mengganti topic-topik tersebut dengan menceritakan pengalaman, pola pikir, dan hal-hal lain yang menjadi alasan mengapa kamu sekarang memutuskan untuk mengambil jurusan tersebut. Berikan pula tujuan dan keinginan terbesar yang akan kamu capai apabila kamu bisa melanjurkan pendidikan pada jurusan tersebut.


Apa yang Harus diperhatikan Ketika Menulis Personal Statement?

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kamu ingin menyelesaikan suatu personal statement yang menjual. Pertama, kamu harus dengan terbuka dan juga jujur ketika menulis keseluruhan isi esai tersebut. Apa kelemahan dan kesulitan yang kamu miliki atau pernah kamu lalui. Dan jelaskan bagaimana kamu bisa berhasil mengatasi kelemahan dalam diri kamu, atau bagaimana kamu bisa melewati kesulitan yang datang di dalam kehidupanmu.

Jelaskan pengalaman-pengalaman yang menyebabkan kamu berpikir dan berencana mengambil studi di jurusan dan universitas yang kamu tuju. Gunakan pula segenap kreativitas yang kamu miliki agar isi esai kamu semakin menarik! Buatlah pihak Universitas yang menyeleksi dokumenmu merasa terkesan dan tertarik untuk membaca esai personal statement-mu hingga akhir. 

Bila perlu, kamu juga bisa menyisipkan beberapa kutipan dari tokoh favoritmu untuk membuat nilai dirimu lebih menarik. Yang terpenting, kamu harus menulis esai tersebut sebaik mungkin. Tulislah dengan bahasa yang teratur dan tidak mengandung kesalahan eja. Ekspresikan diri kamu dengan sebaik-baiknya karena pihak universitas tentu ingin melihat siapa sih diri kamu melalui esai yang kamu tulis.


Ketahui Apa Sih Motivation Letter Itu?

Setelah mengetahui secara mendalam apa itu Personal Statement, kini kamu juga harus mengetahui apa sih Motivation Letter itu? Sekilas, Personal Statement dan Motivation Letter terlihat mirip. Namun, kedua jenis esai ini tidak bisa disamakan. Mengapa demikian? Jika Personal Statement berisi tentang cerita diri sendiri beserta segala latar belakang, kelemahan dan kelebihan diri, serta pengalaman-pengalaman yang telah dilalui, maka Motivation Letter berisi tentang apa sih motivasi kamu dalam meraih target?

Pada jenis esai ini, kamu diminta fokus untuk menuliskan terkait masa depan seperti apa yang ingin kamu raih. Bagaimana kamu membentuk target dan keinginan-keinginan di masa mendatang, dan bagaimana langkah-langkah yang kamu ambil. Ceritakan pula apa motivasi yang membuatmu memilih dan menetapkan sekian target dan keinginanmu di masa mendatang. Jangan lupa, sertakan pula alasan logis mengapa jurusan atau studi yang akan kamu ambil itu bisa mendukung target dan cita-cita yang kamu miliki di masa depan. 


Apa yang Harus diperhatikan Ketika Menulis Motivation Letter?

Ada beberapa pertanyaan wajib yang harus kamu jelaskan jawabannya di dalam motivation letter. Pertanyaan tersebut meliputi:

  • Apa yang menjadi alasan kamu mendaftar pada Universitas tersebut?
  • Apa yang menjadi alasan kamu memilih jurusan yang kamu daftar tersebut?
  • Mengapa kamu memilih waktu atau periode sekarang untuk mendaftar?
  • Apa saja target yang kamu miliki untuk masa mendatang? Apakah target tersebut memiliki keterkaitan dengan jurusan yang kamu daftar?
  • Apa yang kamu pikir bisa dapatkan dengan berkuliah di program studi yang kamu daftar?
  • Apakah kamu memiliki alasan spesial atau faktor tertentu mengapa jurusan yang kamu tuju lebih istimewa sehingga kamu memilihnya?
  • Jelaskan mengapa Universitas harus memilih kamu sebagai kandidat yang tepat di jurusan yang kamu ambil.

Dalam menjawab setiap pertanyaan di atas, kamu perlu untuk menuliskan jawaban sebaik-baiknya dan secara jelas serta jujur. Sisipkan pula informasi terkait siapa dirimu, apa saja ketrampilan dan pengalaman yang kamu miliki sehingga kamu bisa menjadi kandidat yang tepat untuk diterima. Perbedaannya, penjelasan terkait diri sendiri pada motivation letter ini dipersingkat saja. Fokus dan lebih banyak jelaskan terkait motivasi kamu.


Demikian lah perbedaan yang harus kamu pahami sebelum mulai menulis Personal Statement dan Motivation Letter. Pastikan pula bahwa kamu menulis dalam gaya bahasa yang sopan dan formal karena kedua esai ini bersifat formal dan ditujukan kepada pihak akademisi di Universitas yang kamu tuju. Semangat untuk berlatih menulis!

Posting Komentar

0 Komentar