Header Ads Widget

News

6/recent/ticker-posts

Pandemi Covid-19 Berlanjut Simak Perkembangannya di Bawah ini

 Saat ini seluruh dunia sedang berjuang melawan Pandemi Covid-19 yang semakin meresahkan saja. Banyak lonjakan kasus ditemukan di sejumlah negara akibat virus berkembang pesat dan lebih membahayakan.

Menurut penjelasan medis penyakit ini bisa terjadi karena seseorang terjangkit oleh Virus Severe Acute Respratory Syndrome Corona virus 2 atau lebih dikenal dengan nama Sars-Cov 2. Menyerang sistem pernapasan manusia.

Gejala paling ringan hanya flu saja sampai paling parah adalah pnemunomia atau infeksi paru-paru. Menurut sejarahnya, penyakit menular ini terjadi pertama kali di Wuhan, China sekitar bulan Desember tahun 2019.

Jika diteliti selama ini, sebenarnya tidak menyebabkan kematian secara langsung. Tetapi, mampu memperparah keadaan penyakit bawaan seperti: jantung, Gula, Asma, dan lain sebagainya. Inilah alasan mengapa angka kematiannya begitu cepat.

Karena penularannya begitu cepat dan sangat rentan terhadap penderita tertentu. Tidak heran bila beberapa negara mulai menerapkan protokol kesehatan ketat sampai membatasi semua kegiatan masyarakat tanpa terkecuali.

perkembangan pandemi covid 19 terbaru tomatalikuang.com


Pandemi Covid-19 Begini Cara Menularnya

Pandemi Covid 19 harus menjadi perhatian semua orang. Mungkin, bukan untuk diri Anda melainkan orang lain. Seperti, orang tua, istri yang sedang mengandung, anak, atau saudara dengan penyakit penyerta.

Mereka semua sangat rentan. Resah memang mendengar kabar ada yang tidak percaya dan mengindahkan aturan pemerintah. Mereka menganggap Virus tersebut hanya isu politik semata untuk meruntuhkan iman seseorang.

Mungkin, mulai saat ini Anda perlu sadar. Di luar sana korban mulai berjatuhan tangis air mata terdengar. Coba saja kalau keluarga mengalaminya sedangkan hadirnya penyakit tersebut dari Anda sendiri.

Oleh karena itu, cobalah untuk mengerti bahwa, Virus Corona memang berbahaya. Mungkin, tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi, mencegah menularnya sudah sangat membantu. Berikut, berbagai cara penularan yang harus diketahui:

  1. Melalui Droplet atau percikan ludah dari penderita bisa melalui bersin dan batuk atau saling berbincang satu sama lain.
  2. Menyentuh droplet tersebut kemudian, memegang hidung, mulut hingga mata tanpa mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dulu.
  3. Kontak jarak dekat tetapi, tidak memakai masker

Gejala Pandemi Covid 19 yang Sering Terjadi

Virus corona menimbulkan beberapa gejala awal yang akan terlihat setelah satu minggu terpapar. Biasanya penderita akan mengalami batuk kering, demam dan suhu badan diatas 38 derajat, sesak napas.

Ada lagi tidak mampu mencium bau serta menikmati cita rasa makanan termasuk asin dan manis. Beberapa orang terkadang mengalami rasa nyeri pada otot, sakit kepala sampai tenggorokan.

Tetapi, perlu diperhatikan kondisi setiap orang berbeda-beda. Artinya, ada yang tidak mengalami gejala seperti diatas. Mereka merasa tubuhnya tidak mengalami masalah. Orang seperti ini disebut Tanpa Gejala.

Mengapa bisa terjadi demikian? Tubuh manusia mempunyai antibodi atau imun. Berperan melawan virus seperti, saat Anda batuk dan pilek. Ketika, corona tersebut datang daya tahan tubuh bekerja sangat bagus.

Mereka mampu menangkal virus tersebut sehingga, tidak menimbulkan gejala apa-apa. Keadaan ini dapat terjadi karena, orang tersebut melakukan pola hidup sehat. Jadi, imun selalu meningkat sehingga dapat melawan.

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

Dilansir dari who.int, berikut gejala-gejala yang dialami penderita covid-19.

Gejala yang paling umum:

  • demam
  • batuk kering
  • kelelahan

Gejala yang sedikit tidak umum:

  • rasa tidak nyaman dan nyeri
  • nyeri tenggorokan
  • diare
  • konjungtivitis (mata merah)
  • sakit kepala
  • hilangnya indera perasa atau penciuman
  • ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki

Perkembangan Virus Penyebab Pandemi Covid 19 

Semakin hari kondisi tidak membaik tetapi, justru bertambah buruk. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan virus sangat pesat hingga mampu mutasi. Bahkan, jumlahnya terkonfirmasi mencapai 10 varian.

Sudah tersebar ke berbagai negara dan menunjukkan peningkatan lonjakan kasus harian hingga kematian. Diantara semua Varian Virus covid 19 paling mengerikan adalah Delta (B16172). Ditemukan pertama kali di India.

Karena, B16172 ini angka kematian negeri Bollywod tersebut naik begitu tinggi. Bahkan, beberapa negara menyebutnya sebagai tsunami Corona. Harus diwaspadai karena, jenis tersebut sudah masuk di Indonesia.

Kasusnya hampir sama seperti India. Dimana, lonjakan kasus positif serta kematian harian begitu banyak. Pandemi Covid 19 memang belum berakhir, untuk mencegahnya para medis menyarankan menggunakan masker double.

Varian Virus covid 19 selanjutnya masih berasal india dan merupakan mutasi ganda dari Delta. Diberi nama Kappa (B16171). Potensi penularannya tidak jauh beda dengan pendahulunya bahkan, lebih mengkhawatirkan.

Karena, hanya berpapasan 10 detik saja Anda sudah bisa terpapar. Tidak heran bila saat ini pemerintah memberikan aturan dilarang berbicara, makan serta minum saat berpergian menggunakan transportasi umum.


Varian Vaksin Mencegah Pandemi Covid 19

Tidak ada penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Hal ini disampaikan para medis karena, pada dasarnya imun tubuh sudah mampu menanggulangi. Hanya saja, pola hidup sehat harus giat dilaksanakan.

Termasuk mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, serta menghindari kerumunan serta kontak fisik terlebih dulu. Selain itu, beberapa negara sudah membuat Vaksin Covid 19 sebagai upaya melakukan pencegahan.

Beberapa jenisnya meliputi, Sinovac dibuat di Tiongkok. Presiden Indonesia juga menggunakannya. Terdapat virus sars-cov2 didalamnya tetapi, sudah dimatikan. Efikasi setiap negara berbeda. Minimal mencapai 90% di Turki.

Mempunyai efek samping yang tergolong ringan. Seperti, mual, nyeri pada area sekitar suntikan serta otot, badan terasa sangat lelah. Oleh karena itu, disarankan untuk istirahat setelah dilakukan vaksin.

Vaksin Covid 19 lainnya adalah Astra Zeneca, berasal dari Inggris. Tingkat efikasi mencapai 70%. Bagus digunakan bagi rentang usia 18 – 55 tahun. Memiliki berbagai efek samping seperti nyeri, demam tinggi.

Merasa lelah, muncul ruam, kulit terasa gatal hingga mengalami sakit kepala, mual serta muntah. Jika kondisi demam tidak kunjung menurun serta dilakukan suntikan segera hubungi dokter agar mendapatkan penanganan.


Vaksin yang Terdaftar di WHO

Hingga saat ini ada beberapa vaksin yang digunakan. Program vaksinasi massal pertama dimulai pada awal Desember 2020 dan per 12 juli 2021, jumlah dosis vaksinasi yang diberikan sekitar 3.114.766.865 dosis. Setidaknya terdapat 13 vaksin yang berbeda telah diberikan.Berikut kami rangkum daftar vaksin yang sudah terdaftar di WHO:

  • Vaksin Pfizer/BioNtech Comirnaty terdaftar dalam Daftar Penggunaan Darurat WHO (EUL) pada 31 Desember 2020.
  • Vaksin SII/Covishield dan AstraZeneca/AZD1222 (dikembangkan oleh AstraZeneca/Oxford dan diproduksi oleh State Institute of India dan SK Bio) terdaftar di EUL pada 16 Februari 2021.
  • Janssen/Ad26.COV 2.S yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson, terdaftar untuk EUL pada 12 Maret 2021.
  • Vaksin Moderna COVID-19 (mRNA 1273) terdaftar untuk EUL pada 30 April 2021
  • Vaksin Sinopharm COVID-19 terdaftar untuk EUL pada 7 Mei 2021. Vaksin Sinopharm diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd, anak perusahaan dari China National Biotech Group (CNBG).
  • Vaksin Sinovac-CoronaVac terdaftar untuk EUL pada 1 Juni 2021.

Jangan takut untuk divaksin karena, semuanya sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI dan izin darurat oleh BPOM. Pandemi Covid 19 bisa diatasi asalkan adanya kesadaran diri dari masyarakat. Tetap dukung program pemerintah untuk mengatasi pandemi covid-19.

Posting Komentar

0 Komentar