Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Menghitung THR Karyawan 2022 Sesuai Peraturan Kemnaker + Contoh Penghitungan THR Karyawan

 Di bawah ini adalah penjelasan panduan / cara menghitung tunjangan hari raya (thr) karyawan tahun 2022 dan contoh kasus sesuai peraturan menteri ketenagakerjaan (kemnaker).

cara menghitung thr tunjangan hari raya karyawan permenaker nomor 6 2016 pdf tomatalikuang.com


Banyak pegawai yang menantikan hari raya lebaran idul fitri, natal, nyepi, waisak atau imlek karena akan menerima Tunjangan Hari Raya karyawan atau THR. Uang THR sendiri merupakan hak setiap karyawan yang diatur dalam peraturan ketenagakerjaan. Besarannya berbeda-beda, tergantung dari durasi bekerja dan birokrasi dalam perusahaan.

Pertimbangan THR diberikan menjelang hari raya adalah karena kebanyakan dari kita butuh dana ekstra, seperti keperluan mudik, memberi pesangon ke keponakan, membeli baju baru, dan sebagainya.

Berikut ini definisi dan cara menghitung THR yang perlu Anda tahu.

Definisi THR atau Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya atau disingkat THR adalah pendapatan non upah yang wajib perusahaan berikan kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan. Selain lebaran, THR juga bisa diberikan menjelang hari Natal dan Tahun Baru. Waktu pemberian THR tergantung dari kebijakan setiap perusahaan dan kesepakatan dalam kontrak kerja karyawan.

Terkadang, karyawan juga mengenal THR dengan istilah gaji ke-13. Istilah ini muncul karena besaran THR sama seperti gaji.


Ketentuan THR

Landasan hukum THR adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 yang membahas Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Pasal 1 Ayat (1). Peraturan itu menjelaskan beberapa poin:

  • Perusahaan memberikan satu kali THR kepada karyawan dalam satu tahun
  • Timing pemberian THR dilakukan sesuai hari raya keagamaan yang bersangkutan, atau sesuai perjanjian yang telah disepakati dua pihak
  • Perusahaan wajib membayar THR selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Keterlambatan pemberian THR berakibat pada denda 5% dari total THR yang harus dibayarkan. Denda ini tidak mengurangi kewajiban perusahaan untuk tetap memberikan THR kepada si karyawan
  • Jika karyawan dengan kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) mengalami PHK 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka dia tetap berhak atas THR. Ketentuan ini tidak berlaku bagi karyawan kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
  • Perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya akan dikenai sanksi administrasi sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Di Indonesia, THR identik dengan hari raya Idul Fitri, meski ada beberapa karyawan yang meminta THR-nya diundur untuk Natal dan Tahun Baru. 

Karyawan dengan kontrak PKWT dan PKWTT mengalami perlakuan THR yang berbeda. Karyawan harus sudah bekerja minimal 1 bulan secara berturut-turut agar berhak menerima THR.


Cara Menghitung THR Karyawan

Ketentuan besaran THR diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 Pasal 3 Ayat (1):

  • Pekerja atau buruh yang telah bekerja selama minimal 12 bulan secara berturut-turut berhak menerima THR sebesar 1 bulan upah
  • Pekerja atau buruh yang telah bekerja minimal selama 1 bulan, tetapi kurang dari 12 bulan, menerima THR dengan besaran proporsional sesuai dengan durasi kerja, dengan rumus: masa kerja/12 x 1 upah sebulan
  • Adapun definisi upah 1 bulan terdiri atas komponen upah tanpa tunjangan (upah bersih) atau upah pokok termasuk tunjangan tetap
  • Bagi pekerja atau buruh yang bekerja dengan perjanjian kerja harian lepas, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut
    • Jika pekerja/buruh sudah bekerja minimal 12 bulan, maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir;
    • Jika pekerja/buruh bekerja kurang dari 12 bulan, maka upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama masa kerja.

Contoh Cara Menghitung THR Karyawan yang Bekerja Minimal 12 Bulan

Menghitung THR karyawan yang bekerja lebih dari 12 bulan atau 1 tahun sangat sederhana karena besaran THR adalah upah atau gaji 1 bulan.

Contoh #1 Ambil contoh Andre yang merupakan karyawan PT. Maju Mundur dengan gaji bulanan Rp 5.000.000. Menjelang hari raya lebaran, Andre terhitung sudah bekerja selama 4 tahun . Lantas, berapa besar jumlah THR Andre?

Karena Andre telah bekerja lebih dari 12 bulan yaitu 4 tahun. Maka, besaran THR Andre adalah 1 bulan gaji.

Jadi, Andre untuk hari raya lebaran ini Andre menerima THR sebesar Rp 5.000.000.

 

Contoh Cara Menghitung THR Karyawan yang Bekerja Kurang Dari 12 Bulan

Perhitungan THR karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun sedikit lebih kompleks. Maka dari itu, disini kita akan belajar cara menghitungnya. 

Contoh #2 Ambil contoh Agus yang merupakan karyawan PT. Maju Terus dengan gaji bulanan Rp 6.000.000. Menjelang hari raya natal, Agus terhitung sudah bekerja selama 8 bulan. Lantas, bagaimana cara menghitung jumlah THR Agus?

Rumusnya adalah masa kerja/12 x 1 upah sebulan.

Sehingga, besaran THR Agus adalah 8/12 x Rp 6.000.000 = Rp 4.000.000

Jadi, Agus untuk hari raya natal tahun ini Agus menerima THR sebesar Rp 4.000.000.


Download Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 PDF

Kamu bisa mengunduhnya melalui link berikut: 


Demikian Cara Menghitung THR Karyawan Tahun 2022 Sesuai Peraturan Kemnaker. Semoga bermanfaat :)


Posting Komentar untuk "Cara Mudah Menghitung THR Karyawan 2022 Sesuai Peraturan Kemnaker + Contoh Penghitungan THR Karyawan"