Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup PDF

 Di bawah ini adalah download pdf peraturan permen lhk nomor 27 tahun 2021 tentang perhitungan indeks kualitas lingkungan hidup resmi kemenlhk ri.

Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya, baru-baru ini merilis Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021. Peraturan ini berisi mengenai aturan dan panduan perhitungan indeks kualitas lingkungan hidup.

permen lhk nomor 27 tahun 2021 indeks kualitas lingkungan hidup pdf kemenlhk tomatalikuang.com


Permen LHK ini dikeluarkan setelah menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 489 huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perlu menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.


Ketentuan Umum

  1. Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
  2. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang selanjutnya disingkat IKLH adalah nilai yang menggambarkan kualitas Lingkungan Hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu, yang merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, Indeks Kualitas Lahan, dan Indeks Kualitas Air Laut.
  3. Indeks Kualitas Air yang selanjutnya disingkat IKA adalah suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air yang merupakan nilai komposit parameter kualitas air dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.
  4. Indeks Kualitas Udara yang selanjutnya disingkat IKU adalah ukuran yang menggambarkan kualitas udara yang merupakan nilai komposit parameter kualitas udara dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.
  5. Indeks Kualitas Air Laut yang selanjutnya disingkat IKAL adalah suatu nilai yang menggambarkan kondisi kualitas air laut yang merupakan nilai komposit dari beberapa parameter kualitas air laut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.
  6. Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan.
  7. Indeks Kualitas Ekosistem Gambut yang selanjutnya disingkat IKEG adalah nilai yang menggambarkan kualitas Ekosistem Gambut yang merupakan nilai komposit dari beberapa parameter kualitas Ekosistem Gambut dalam suatu wilayah pada waktu tertentu.
  8. Indeks Kualitas Lahan yang selanjutnya disingkat IKL adalah nilai yang menggambarkan kualitas lahan yang terdiri dari Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan Indeks Kualitas Ekosistem Gambut.
  9. Indeks Pencemaran adalah angka yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan.
  10. Tutupan Lahan adalah hamparan daratan yang ditutupi vegetasi berdasarkan analisis citra satelit. 
  11. Gambut adalah material organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada rawa.
  12. Ekosistem Gambut adalah tatanan unsur Gambut yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitasnya.
  13. Kanal adalah saluran yang menerima beban limpasan.
  14. Badan Air adalah air yang terkumpul dalam suatu wadah baik alami maupun buatan yang mempunyai tabiat hidrologikal, wujud fisik, kimiawi, dan hayati.


TATA CARA PEMILIHAN LOKASI PEMANTAUAN, METODE PENGAMBILAN DATA, DAN PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS AIR

1. PEMILIHAN LOKASI PEMANTAUAN

Dasar pertimbangan yang digunakan dalam penentuan lokasi prioritas pemantauan merupakan:

  1. pada aliran sungai kawasan hulu yang dianggap belum terpengaruh aktivitas manusia;
  2. pada outlet daerah aliran sungai (DAS) utama;
  3. pada titik intake pengolahan air minum;
  4. mewakili sumber pencemar (point dan non point source); dan/atau
  5. penetapan jumlah titik sampling harus refersentatif mewakili hulu, tengah, hilir pada wilayah administrasi.

Badan Air yang telah ditetapkan akan dipantau perlu dideskripsikan secara jelas dan rinci, yang meliputi batasan:

  1. lokasi pemantauan berdasarkan wilayah administratif;
  2. letak geografis (posisi koordinat menggunakan alat Global Positioning System/GPS);
  3. karakteristik lokasi air yang dipantau; dan
  4. lokasi pemantauan dilengkapi peta yang dilengkapi titik pemantauan.

Secara rinci penetapan lokasi sampling dilakukan dengan ketentuan:

  1. jumlah sungai yang dipantau harus merepresentasikan wilayahnya. Jika di wilayahnya terdapat 2 (dua) sungai maka dilakukan pemantauan terhadap 2 (dua) sungai tersebut. Jika terdapat lebih dari 2 (dua) sungai maka dilakukan pemantauan paling sedikit terhadap 50 (lima puluh) persen jumlah sungai;
  2. jumlah titik sampling pada aliran utama sungai yang dipantau paling sedikit 3 (tiga) titik yang mewakili hulu, tengah dan hilir di wilayah administrasi, ditambah masing-masing satu titik pantau pada tiap muara anak sungai yang akan masuk ke aliran utama sungai tersebut. Perlu diberi informasi yang jelas antara titik pantau di sungai utama atau pada muara anak sungai yang akan masuk pada sungai utama. Antar titik sampling diupayakan diketahui jaraknya dari muara sungai;
  3. penetapan jumlah titik pemantauan pada air sungsi harus dapat mewakili daerah administrasi dan seimbang antara hulu, hilir dan tengah;
  4. lokasi pemantauan ada pada kondisi perairan yang dminist atau tidak pada zona pencampuran outlet dminist dan outlet lainnya. Kondisi dminist ditentukan berdasarkan beberapa hal, misalnya lebar dan kedalaman, atau dengan melakukan pengukuran parameter lapangan misalnya Daya Hantar Listrik (DHL) menunjukan nilai yang dminist sama. Kondisi dminist juga dapat diperoleh dengan memperhatikan karakteristik badan sungai misalnya arus dan alur sungai. Hindari penentuan titik sampling pada lokasi tepat di percampuran antara anak sungai dan outlet limbah yang masuk ke Badan Air tersebut;
  5. lokasi sampling harus sama setiap tahunnya untuk mendapatkan data series, kecuali jika lokasi tersebut mengalami perubahan secara signifikan;
  6. pemberian nama dan pengkodean pada lokasi sampling harus sama dengan pemantauan sebelumnya; dan
  7. mencantumkan titik koordinat dan wilayah dministrative (kelurahan/desa, kecamatan dan kota/kabupaten) pada peta.

2. METODE PENGAMBILAN DATA

  1. Dalam melakukan pemantauan, jumlah dan jadwal pemantauan ditentukan berdasarkan karakteristik klimatologis. Berdasarkan karakteristik tersebut, pemantauan kualitas air dilakukan paling sedikit 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dengan ketentuan: 1) mewakili musim kemarau (dengan asumsi debit air sungai rendah); dan 2) mewakili musim hujan (dengan asumsi debit air sungai tinggi).
  2. Parameter pemantauan ditetapkan sebagai berikut:
    1. Parameter air sungai wajib untuk perhitungan IKA meliputi: a) derajat keasaman (pH); b) oksigen terlarut (DO); c) kebutuhan oksigen biologi (BOD); d) kebutuhan oksigen kimiawi (COD); e) padatan tersuspensi total (TSS); f) nitrat (NO3-N); g) total fosfat (T-Phosphat); dan h) fecal coliform (Fecal Coli).
    2. Parameter danau, waduk atau situ untuk perhitungan IKA meliputi: a) derajat keasaman (pH); b) oksigen terlarut (DO); c) kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD); d) kebutuhan oksigen kimiawi (COD); e) padatan tersuspensi total (TSS); f) total fosfat (T-Phosphat); g) kecerahan; h) klorofil-a; i) total nitrogen; dan j) fecal coliform (Fecal Coli).
  3. Pengambilan sampel mengacu pada Standar Nasional Indonesia atau standar lain yang setara yang mengatur tentang Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan atau tentang Tata Cara Pengambilan Contoh dalam Rangka Pemantauan Kualitas Air pada Suatu Daerah Pengaliran Sungai.

3. PERHITUNGAN INDEKS KUALITAS AIR

Dalam perhitungan IKA dilakukan tahap-tahap sebagai berikut:

  1. melakukan kompilasi data hasil pemantauan kualitas air Badan Air yang meliputi sungai, danau, waduk atau situ yang merepresentasikan kondisi kualitas air Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional;
  2. melakukan perhitungan status mutu air seluruh lokasi pemantauan untuk parameter seperti tersebut pada poin 2b. Perhitungan Status Mutu air menggunakan metode Indeks Pencemar dengan mengacu pada baku mutu air kelas II sesuai lampiran VI Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
  3. menentukan status mutu masing-masing lokasi dengan ketentuan:
    • a. 0 ≤ IPj ≤ 1,0 : baik (memenuhi baku mutu) 
    • b. 1,0 ≤ Ipj ≤ 5,0 : cemar ringan 
    • c. 5,0 ≤ Ipj ≤ 10,0 : cemar sedang 
    • d. Ipj ≤ 10,0 : cemar berat 
  4. menghitung jumlah masing-masing status mutu (baik, cemar ringan, cemar sedang dan cemar berat) untuk setiap data pemantauan seluruh lokasi;
  5. menghitung persentase jumlah masing-masing status mutu terhadap jumlah total untuk masing-masing wilayah;
  6. mentransformasikan nilai Indeks Pencemar (IP) ke dalam Indeks Kualitas Air (IKA) dilakukan dengan mengalikan bobot nilai indeks dengan presentase status mutu berdasarkan perhitungan di atas;
  7. pembobotan indeks diberikan batasan sebagai berikut:
    • a. memenuhi baku mutu = 70 
    • b. tercemar ringan = 50 
    • c. tercemar sedang = 30 
    • d. tercemar berat = 10
  8. nilai IKA Provinsi atau Kabupaten/Kota diperoleh dengan menjumlahkan hasil perkalian persentase setiap status mutu dengan bobotnya;
  9. nilai IKA Nasional diperoleh dengan menjumlahkan hasil perkalian IKA Provinsi dengan faktor koreksi berupa proporsi luas wilayah dan jumlah penduduk masing-masing Provinsi dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk nasional.

Untuk aturan dan contoh kasus perhitungan mengenai indek kualitas lingkungan hidup bisa anda baca pada file peraturan menteri lhk di bawah ini.


Download Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup PDF

Anda bisa mengunduhnya melalui link berikut: Permen LHK No. 27 Tahun 2021.pdf

atau bisa langsung Anda baca filenya berikut ini:


Demikian Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup PDF. Semoga bermanfaat :)

Posting Komentar untuk "Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup PDF"